Organisasi yang Disukai dan Tidak

Pilih organisasi yang anda suka, dan apa alasan anda memilih organisasi tersebut!

SAS

ImageSAS adalah sebuah perusahaan yang menyediakan jasa dalam membantu sebuah organisasi perusahaan mengatur manajemen informasi, analisis dan intelejen bisnis. Berbagai produk Software and Services yang inovatif disediakan bagi koorporat-koorporat bisnis yang sedang kesulitan.

Berbagai kelebihan yang ditawarkan SAS bagi para karyawannya itu berdasarkan ide sederhana. Perusahaan itu ingin pegawainya fokus pada pekerjaan utama dengan mengurangi penyebab stres di luar tempat kerja. “Ini merupakan sebuah segitiga, di mana karyawan senang membuat konsumen senang sehingga perusahaan juga senang,” tutur CEO SAS Jim Goodnight, menjelaskan prinsip yang dianut perusahaannya untuk memberikan benefit sebanyak mungkin bagi para pegawainya.

Pada 2010 pusat pelayanan kesehatan yang dibangun di dalam kompleks perusahaan mampu menghemat dana hingga USD6 juta. Di dalam kompleks perusahaan SAS yang disebut kampus itu memiliki berbagai layanan, di antaranya pusat perawatan anak, ”M&M Wednesdays”, air mancur soda, dan snackdi setiap ruang istirahat, serta pusat fitnes dan rekreasi seluas 5.400 meter persegi.

Beberapa tradisi perusahaan telah ada sejak 1970-an, saat pegawainya baru 20 orang. Saat itu pegawai akan mendapat piza jika 100 konsumen membeli produk SAS. Pem-bagian laba juga diberikan untuk para pegawai. Buah segar disediakan setiap hari Senin dan cokelat M&Ms diberikan setiap Rabu. Hingga saat ini tradisi itu tetap dilakukan untuk seluruh pegawai SAS.

SAS membangun pusat penitipan dan perawatan anak di dalam kompleks perusahaan pada 1981, saat ada seorang karyawan yang hendak keluar dengan alasan ingin merawat bayinya yang baru lahir. Dengan dibangunnya pusat penitipan anak itu, tidak ada lagi alasan bagi pegawai perempuan yang mengundurkan diri untuk merawat bayinya.

Pada 1980-an SAS membuka pusat rekreasi dan fitnes, pusat layanan kesehatan dan sebuah kafe. Semua kebijakan yang dilakukan SAS menjadikan perusahaan itu meraih penghargaan dari majalah Health and Living.SAS masuk dalam daftar “Perusahaan Tersehat untuk Bekerja di AS”. Pusat kesehatan yang berdiri di kompleks perusahaan itu dikunjungi 40.000 kali oleh para pegawai pada 2009.

Perusahaan itu juga membiayai 89% asuransi kesehatan premium dan tidak membatasi jumlah hari untuk perawatan saat pegawai sakit. SAS juga menyubsidi biaya perawatan anak, fitnes dan program-program lain bagi pegawai yang berasal dari lokasi lain. SAS juga mensponsori beragam program keseimbangan antara kerja dan kehidupan, antara lain dengan mendukung perawatan untuk lanjut usia, adopsi, perencanaan keuangan, hingga kemah musim panas bagi anak-anak pegawai.

Di pusat layanan anak juga banyak diskon untuk berbagai program bagi pegawai SAS. Tiga kafetaria yang ada di kampus SAS itu menyediakan 500 sarapan pagi dan 2.300 makan siang dalam sehari pada 2010.

Dari penjelasan diatas, dapat dilihat bahwa SAS sangat serius dalam manajemen sumber daya manusia. Dengan prinsip sederhana CEO SAS Jim Goodnight, pertukaran karyawan tahunan di SAS berada pada tingkat kurang dari 4%. SAS terus berusaha memperbaiki manajemen sumber daya manusia.

Pilih organisasi yang anda TIDAK suka, dan apa alasan anda memilih organisasi tersebut!

Lapindo Brantas Inc

200px-Logo_Lapindo_BrantasLapindo Brantas Inc. adalah salah satu perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ditunjuk BPMIGAS untuk melakukan proses pengeboran minyak dan gas bumi. Pada tanggal 29 Mei 2006, lumpur panas menyembur dari rekahan tanah yang jaraknya kurang lebih 200 meter dari sumur Banjar Panji-1 milik PT. Lapindo Brantas di desa Renokenongo, kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo provinsi Jawa Timur, Indonesia. Semburan lumpur yang sampai dengan bulan Oktober 2006 belum berhasil dihentikan telah menyebabkan tutupnya tak kurang dari 10 pabrik dan 90 hektar sawah serta pemukiman penduduk tak bisa digunakan dan ditempati lagi. Banjir Lumpur panas selain mengganggu jadwal perjalanan kereta api dari dan ke Surabaya, juga menyebabkan jalan tol Surabaya-Gempol ditutup untuk ruas Gempol-Sidoarjo sehingga menyebabkan kemacetan luar biasa di jalur dari dan menuju ke Surabaya. Jalur tol pengganti kini mulai dibangun karena kemacetan lalu-lintas di jalur ini sangat mengganggu perekonomian Jawa Timur.

Hingga kini belum jelas apa yang menjadi penyebab semburan Lumpur Lapindo. Faktor bencana gempa bumi di Yogyakarta, atau factor human error? Celakanya, silang sengkarut ini tidak menggerarakkan Pemerintah atau DPR RI membentuk tim ahli untuk membuktikannya. Hingga kini tidak ada tim ahli indepeden yang ditugaskan untuk menetapkan apa yang menjadi penyebab ledakan sumur Banjar Panji di Porong itu.

Beberapa kali PT Lapindo mengingkari opsi yang ditetapkan dalam Perpers maupun Keppres. Misalnya ganti rugi harus diselesaikan sebelum masa 2 tahun kontrak para korban selesai, nyata-nyata hingga kini diingkari.

Selain itu, kasus ini mengalihkan proses ganti rugi menjadi proses jual beli. Tidak pernah jelas misalnya, informasi tentang dasar penetapan nilai tanah dan bangunan sebagai ganti rugi itu. Hanya disebutkan, didasarkan pada harga yang berlaku pada saat itu. Secara administratif, proses ganti rugi ini memberatkan korban. Kendali pada akhirnya berada pada PT Lapindo, seolah mereka sebagai pembeli tanah masyarakat yang luasan lahan seluruhnya yang mereka beli justru menyalahi ketentuan BPN.

Dari fakta diatas, dapat menunjukkan bahwa pengambilan keputusan yang diambil PT Lapindo sangatlah buruk. PT Lapindo tidak hanya merugikan diri sendiri (pekerja), tetapi juga merugikan perusahaan lain, warga sekitar dan alam. Sudah merugikan, proses ganti rugi antara PT Lapindo dengan warga juga berbelit-belit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s