Peran Pendidikan Untuk Pemuda Indonesia Sekarang sebagai Penentu Keadaan Indonesia 2020

Sangat manusiawi jika hal yang terpikirkan bila membayangkan masa depan adalah keadaan yang lebih baik, begitu pula jika warga Negara Indonesia memikirkan tentang masa depan Indonesia 2020 menjadi negara terkaya di dunia, Indonesia menjadi teladan dalam berbagai bidang, Indonesia menjadi pusat perkembangan IPTEK dunia, dsb. Contoh mimpi-mimpi tersebut bukanlah hal tidak mungkin untuk tidak diwujudkan.

Masing-masing WNI memiliki cita-cita yang berbeda mengenai masa depan Indonesia. Pemuda Indonesia juga memiliki target dan mimpinya masing-masing mengenai Indonesia-nya. Tetapi, Indonesia sendiri memiliki cita-cita dasarnya sendiri yang merupakan tujuan dari Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia. Cita-cita tersebut tertuang dalam pembukaan UUD 1945 yaitu (1) melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; (2) memajukan kesejahteraan umum; (3) mencerdaskan kehidupan bangsa; dan (4) ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasakan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Lalu, siapakah Indonesia yang dimaksud. Apakah hanya orang yang hanya memiliki jabatan tinggi dan konglomerat-konglomerat saja? Tentunya kita sepakat bahwa Indonesia adalah kita sebagai warganya. Sehingga, cita-cita tersebut juga merupakan cita-cita seluruh warganya dalam usaha membangun Indonesia yang lebih baik.

Perwujudan cita-cita Indonesia dasarnya sangat ditentukan oleh siapa yang memimpin. Pemuda Indonesia sekarang sebagai calon-calon pemimpin bangsa yang akan memegang dan menentukan akan menjadi apa Indonesia 2020 kelak. Dan pendidikan yang didapat pemuda Indonesia lah yang paling berperan.

Sangat kental sekali apabila kita hubungkan keadaan Indonesia 2020 dengan pendidikan yang didapat pemuda Indonesia sekarang. Meskipun, pembangunan nasional yang dilakukan harus meliputi segala aspek, yaitu : (1) kepemerintahan; (2) kewilayahan; (3) kemasyarakatan; (4) sarana dan prasarana. Tetapi, ada satu aspek dasar pembangunan nasional yang harus dibangun yaitu pendidikan.

Pendidikan dapat dianalogikan sebagai makanan untuk otak manusia yang pada dasarnya digunakan untuk berpikir. Di samping itu, berpikir adalah sebuah proses mengolah informasi-informasi yang diketahui sehingga menjadi sebuah hasil tertentu. Dengan kata lain, hubungan antara berpikir dan pendidikan sangat erat sekali dan saling membutuhkan. Apa yang dipikirkan adalah hasil dari pendidikan dan pendidikan ada untuk diolah oleh manusia. Sehingga, dengan hubungan seperti itu seluruh kegiatan yang dilakukan oleh manusia dilandasi oleh dasar yang kuat yaitu pendidikan.

Pendidikan juga memiliki arti sebuah ajakan berpikir untuk objek terdidiknya. Sehinga, pendidikan ideal adalah yang dapat mengajak kita untuk berpikir. Pikiran positif atau negatif yang dihasilkan sangat bergantung pada proses pendidikan yang diterapkan. Pemikiran positif inilah yang melandasi segala tindakan yang dilakukan. Bahkan dari pemikiran positif inilah dapat memperbaiki pendidikan sendiri.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dl usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik. Dan diambil dari data depdiknas bahwa jalur pendidikan di Indonesai terdiri dari tiga jalur, yaitu: (1) pendidikan formal (pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya) (http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan#Jalur_pendidikan); (2) Pendidikan nonformal (diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat) (http://www.depdiknas.go.id/); (3) Pendidikan informal (dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri) (http://www.depdiknas.go.id/). Jadi terlihat jelas bahwa pendidikan meliputi hal-hal yang universal, bukan hanya apa yang didapatkan di bangku sekolah saja.

Pendidikan Indonesia memiliki visi (depdiknas) yaitu terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Untuk mewujudkan visinya pendidikan Indonesia memiliki misi : (1) Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia; (2) Membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar; (3) Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral; (4) Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar nasional dan global; (5) Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasakan pronsip otonomi dalam konteks Negara Kesatua RI. Dalam perwujudan visi dan misi pendidikan Indonesia yang sempurna dibutuhkan juga pemikiran positif dari semua warga Negara Indonesia seperti yang disebutkan di atas.

Contoh berkaitan yang merupakan hasil pendidikan yang benar dan menghasilkan manusia terdidik dengan pemikiran positifnya adalah pemuda Indonesia yang sadar akan tanggung jawab bahwa masa depannya adalah juga merupakan masa depan bangsanya. Sehingga masa depan bangsa yaitu Indonesia 2020 merupakan hasil dari perwujudan pemikiran pemuda Indonesia sekarang.

Pemuda Indonesia sekarang berperan penting terhadap perubahan-perubahan Indonesia 2020. Jika nantinya sistem yang dipakai sama dengan sistem yang digunakan sekarang maka hal tersebut adalah fakta hasil pendidikan yang diterima sekarang dan beberapa tahun berikutnya.

Selain tidak merata pendidikan formal dan informal di Indonesia, terdapat juga fakta bahkan pelajar terdidik pun banyak pula yang menganggur yakni tercatat pada tanggal 25 Februari 2009 oleh media Seputar Indonesia yaitu 961.001 orang pengangguran dan lebih dari 598.000 diantaranya berstatus sarjana.

Banyak hal menyebabkan munculnya sejumlah angka tersebut. Tetapi, pada dasarnya kualitas pengangguran terdidik tersebut sangat minim, baik kualitas yang menyebabkan tidak diterima oleh suatu lowongan pekerjaan tertentu atau untuk membuat lahan pekerjaannya sendiri. Kualitas disini erat kaitannya bagaimana pendidikan yang diterimanya tidak dapat menghasilkan lulusannya yang memiliki pemikiran positif, sehingga tidak adanya kesadaran yang berujung pada lemahnya semangat belajar. Tentunya masih banyak fakta lain tentang pendidikan Indonesia.

Lalu seperti apakah Indonesia 2020 kelak. Kecenderungan globalisasi dunia tidak terhindarkan lagi. Hal inilah yang menjadi tantangan terbesar dunia pendidikan di Indonesia.

Dunia “nyata” yang menunggu untuk dihuni oleh pemuda bangsa juga mengalami perubahan kualifikasi tentunya. Permintaan masyarakat yang mengikuti perkembangan jaman sangat mempengaruhi perubahan kualifikasi tersebut. Sehingga, dunia pendidikan Indonesia harus segera menyadarinya dan melakukan reformasi.

Dunia 2020 adalah dunia global dimana batas ruang dan waktu semakin kabur. Sangat berkurangnya kendala jarak dan semakin mendekatinya istilah “sekarang” untuk dimensi waktu adalah contoh betapa kaburnya dimensi ruang dan waktu akibat gejala global dunia.

Perkembangan teknologi informasi sangat berperan dalam penciptaan dunia global seperti itu. Perkembangan teknologi tersebut menyebabkan arus informasi dapat dijangkau dimana saja dan kapan saja oleh setiap orang.

Lalu apakah Indonesia 2020 sudah siap menghadapi keadaan seperti itu. Siap atau tidaknya setidaknya tidak berbeda jauh dengan refleksi keadaan sekarang.

Seperti apakah keadaan yang diterima pemuda sekarang?

Di luaran sana sudah terdapat informasi yang tersedia, tetapi fasilitas yang tersedia untuk dimanfaatkan pemuda bangsa sangatlah minim. Kecepatan akses yang meskipun terus mengalami perkembangan tapi masih tertinggal jauh.

UU BHP yang ditetapkan pada tahun 2008 merupakan fakta pendidikan Indonesia pula. Banyak pro dan kontra yang mengikuti keputusan pengesahan UU BHP tersebut. Tapi pertanyaan paling dasar yaitu apakah elemen-elemen pendidikan Indonesia sudah siap untuk berwirausaha masih belum terjawab. Belum ada bukti juga apakah penetapan UU BHP ini memberikan efek positif.

Sentralisasi sistem pendidikan Indonesia oleh pemerintah pusat sudah mulai dikecam oleh berbagai kalangan masyarakat. Budaya tunduk pada atasan, buadaya murid takut pada guru, dan budaya-budaya negatif lain yang dihasilkan oleh sistem tersebut merupakan beberapa contoh alasan yang melatarbelakangi pengecaman tersebut.

Keadaan di atas adalah beberapa penjabaran keadaan pendidikan Indonesia, tetapi berdampak dasar sehingga terlihat nyata dampaknya pada bangsa seperti sekarang ini.

Dibalik fakta-fakta dan keadaan pendidikan Indonesia sekarang masih ada api optimisme dari pemuda yang telah sadar untuk mulai mengkritisi keadaan dan berbagai macam bentuk pergerakan pemuda Indonesia lainnya. Sehingga, Indonesia 2020 juga menjadi masalah apakah pemuda-pemuda tersebut dapat mengajak pihak lain untuk memperbaiki bangsa atau “diajak” untuk membuat Indonesia 2020 untuk tidak lebih baik dari sekarang.

Lalu, seperti apakah Indonesia 2020? Siapa yang tahu kecuali Sang Maha Pencipta. Manusia hanya bisa memprediksinya, mengusahakannya, dan pendidikan sangatlah memainkan peranan vital di dalamnya.

Di sinilah peran pendidikan diuji. Apakah pendidikan Indonesia benar-benar dapat menghasilkan pemuda-Indonesia-sekarang, sebagai kunci masa depan Indonesia 2020, memiliki pemikiran yang positif. Pemikiran yang menyadari bahwa Indonesia 2020 kelak ada di tangan para pemuda Indonesia sekarang, yang artinya bahwa baik atau buruknya Indonesia ditentukan oleh mereka pula.

 

Sumber : http://ardimasandipurwita.wordpress.com/2010/01/23/peran-pendidikan-untuk-pemuda-indonesia-sekarang-sebagai-penentu-keadaan-indonesia-2020/

One thought on “Peran Pendidikan Untuk Pemuda Indonesia Sekarang sebagai Penentu Keadaan Indonesia 2020

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s