Populasi

Pengertian Populasi

Populasi merupakan kelompok organisme atau individu spesies yang sama, yang mendiami satu tempat tertentu pada satu waktu tertentu. Secara definif populasi dibatasi ruang dan waktu (limited and defined) sedangkan lingkungan merupakan variabel fisik dan hayati yang mempengaruhi keberadaan populasi, termasuk interaksi antara individu di dalam populasi itu sendiri maupun dengan spesies yang berbeda. Sedangkan untuk deme adalah populasi setempat yang setiap pasangan (jantan dan betina) memiliki peluang yang sama untuk kawin.

Karakteristik Populasi

Populasi memiliki sifat-sifat (karakteristik) yang dapat diukur secara statistik dan bukan sifat daripada individu-individu penyusunnya, di antara sifat-sifat tersebut adalah kepadatan, natalitas dan mortalitas, distribusi umur, potensi biotic, penyebaran dan bentuk pertumbuhan.

Kepadatan /kerapatan populasi
Kepadatan adalah ukuran besarnya populasi dalam satuan ruang atau volume, yang pada umumnya ukuran besarnya populasi digambarkan dengan cacah individu, atau biomas populasi per satuan ruang atau volume. Dalam penentuan kepadatan populasi dapat dibedakan atas populasi kasar yaitu besarnya populasi per-satuan ruang keseluruhan, dengan kepadatan ekologis yaitu besarnya populasi per-satuan ruang habitat yang dapat ditempati oleh populasi bersangkutan. Dalam menentukan kepadatan populasi dalam skala ruang yang relatif sempit maka kita dapat melakukan perhitungan cacah individu atau biomas secara menyeluruh, namun pada ruang yang relative luas kita dihadapkan pada keterbatasan.

Untuk mengenal satu populasi maka kepadatan biasanya merupakan sifat pertama yang perlu mendapat perhatian. Pengaruh yang diberikan oleh satu populasi dalam satu komunitas atau ekosistem bukan hanya bergantung kepada jenis organisme tetapi juga kepada banyaknya individu atau kepadatan populasi itu. Ada beberapa metode untuk mengukur kepadatan populasi antara lain dapat disebutkan :

    • Menghitung jumlah (total counts), biasanya dipergunakan untuk mengukur populasi organisme besar dan nyata, atau yang berkumpul dalam koloni-koloni.
    • Metode sampel kuadrat (kuadrat sampling method), menghitung atau menimbang organisme dalam petak-petak persegi atau petak-petak melintang dengan luas dan banyaknya yang sesuai untuk mendapat taksiran kepadatan populasi daerah yang bersangkutan.
    • Metode memberi tanda tangkap kembali sesuai untuk bintang-bintang yang bergerak cepat seperti serangga yang terbang. Dalam hal ini satu sampel populasi ditangkap di beri tanda lalu dilepaskan. Kemudian setelah individu yang diberi tanda sudah bercampur kembali dalam populasi bersangkutan kembali

Natalitas
Natalitas merupakan kemampuan suatu populasi untuk menambah jumlah anggotanya secara inheren/besar. Laju natalitas adalah sama dengan laju kelahiran dalam terminology ilmu kependudukan (demography). natalitas maksimum adalah penambahan jumlah anggota populasi dalam kondisi ideal (tidak ada faktor eksternal yang membatasi). Sedangkan natalitas ekologi adalah pertambahan jumlah anggota populasi dalam kondisi alam senyatanya.

Natalitas biasanya dinyatakan sebagai laju yang diperoleh dengan membagi jumlah individu baru yang dihasilkan dengan satuan waktu (dNt/dt, laju natalitas absolute) yang dapat juga dinyatakan dalam jumlah individu baru per-satuan waktu per-satuan populasi (dNt/Ndt) disebut natalitas spesifik). Untuk natalitas dNn menunjukkan jumlah individu baru yang ditambahkan kepada populasi. Laju natalitas dapat nol (0) atau positip, tetapi tidak pernah negatif. Tetapi untuk laju pertumbuhan dN menunjukkan jumlah bersih penambahan atau pengurungan dalam populasi yang merupakan hasil bukan saja oleh natalitas tetapi juga oleh mortalitas, emigrasi. Jadi laju pertumbuhan mungkin negatip, nol atau positip karena populasi dapat berkurang atau tetap bertambah besar.

Faktor-faktor Pronatalitas :

    1. Kawin usia muda.
    2. Tingkat kesehatan.
    3. Anggapan banyak anak banyak rejeki.

Faktor-faktor Antinatalitas

    1. Pembatasan umur menikah.
    2. Program keluarga berencana.
    3. Pembatasan tunjangan anak.
    4. Anak merupakan beban.

Mortalitas
Mortalitas adalah pengurangan cacah individu suatu populasi. Laju mortalitas adalah sama dengan laju kematian dalam demografi manusia. Moralitas dapat dibedakan atas mortalitas fisiologik dan ekologik. Mortalitas fisiologik adalah pengurangan individu anggota populasi dalam kondisi yang ideal. Semua organisme dalam kondisi ideal sekalipun akan mengalmi kematian sekalipun dalam umur relatif tua, yang secara teoritis ditentukan oleh longivitas fisiologik. Sedangkan mortalitas ekologik adalah pengurangan individu anggota populasi dalam kondisi alam senyatanya. Angka kematian ini biasanya lebih besar dibandingkan dengan kematian dalam kondisi ideal dan bukan merupakan tetapan.

Umurnya mortalitas spesifik dinyatakan sebagai persentase yang mati dalam waktu yang tertentu dari populasi permulaan. Karena kita sering tertarik kepada organisme yang hidup dari pada mati, maka sering mortalitas ditunjukkan dari segi kadar (persentase) survival.

Faktor-faktor Promortalitas

    1. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesahatan.
    2. Kurangnya fasilitas kesahatan masyarakat yang memadai.
    3. Sering terjadi kecelakaan lalu lintas.
    4. Adanya bencana alam yang memakan korban jiwa.
    5. Terjadi peperangan.

Faktor-faktor Antimortalitas

    1. Fasilitas kesehatan yang memadai.
    2. Lingkungan yang bersih dan teratur.
    3. Larangan bunuh diri.
    4. Tingkat kesehatan masyarakat yang tinggi.

Komposisi (distribusi) Umur Populasi
Struktur umur adalah sifat populasi yang penting mempengaruhi baik natalitas maupun mortalitas. Motalitas biasanya berbeda menurut umur dan kemampuan berkembangbiak sangat kering terbatas pada kelompok umur tertentu. Secara umum populasi mempunyai struktur umum yang secara garis besar dapat di golongkan atas tiga pola, yaitu:

    1. Struktur umum menurun, yaitu struktur umum yang mempunyai kerapatan kecil pada umur muda, besar pada kelompok umur sedang dan kecil pada kelompok umur tua. Perkembangan populasi pada pola struktur umur yang demikian ini cenderung menurun dan pada periode waktu tertentu akan punah.
    2. Struktur umur stabil, yang jika di gambarkan distribusi kelompok umur ini mempunyai bentuk seperti piramida sama sisi. Populasi dengan pola stuktur umum semacam ini dapat mempertahankan keberadaannya dalam waktu yang relatif lama.
    3. Struktur umum meningkat ( berkembang), yaitu populasi dengan kerapatan kelompok umur muda paling besar. Populasi dengan pola stukutur ini akan mengalami perkembangan kerapatan yang relatif tinggi pada peride waktu mendatang.

Bodenheimer (1938) mengemukakan tiga kelompok umur ekologis yaitu masa sebelum berbiak (prereproductif) masa pembiakan (reproduktif) dan masa sesudah pembiakan (postreproduktif). Perbandingan masa-masa umur ini berbeda-beda pada setiap organisme, pada manusia modern misalnya, perbandingan ketiga masa umur itu relatif sama yaitu kira-kira sepertiga panjang umur seluruhnya. Manusia primitif dalam perbandingan, masa sesudah pembiakan jauh lebh singkat (odum 1971). Lotka (1925, dalam Odum, 1971) menunjuk secara teoritis bahwa populasi cenderung berkembang kesatu pola komposisi distribusi umur yang stabil. Jika komposisi yang stabil itu tergantung misalnya oleh perubahan sementara dalam lingkungan atau menbanjirkan perpindahan di antara dalam lingkungan atau menbanjirkan perpindahan dari atau ke populasi lain, pola komposisi umur yang stabil itu cenderung dikembalikan apabila situasi yang stabil ini penting, karena memberikan dasar untuk menilai komposisi distribusi umur yang aktual.

Komposisi distribusi umur dalam satu populasi, ialah mengatur data dalam bentuk polygon atau piramida umur dimana jumlah atau persentase individu dalam kelompok umur yang berbeda-beda di tunjukkan dengan batang-batang dengan panjang relatif dan disusun horizontal berturut-turut. Komposisi umur beberapa Negara di dunia, diterbitkan pada tahun 1965) (Hartley 1972).

Bentuk Pertumbuhan Populasi Dan Pengertian Daya Dukung

Bentuk pertumbuhan populasi adalah tiap populasi mempunyai pola pertumbuhan yang khas. Apabila angka-angka pertumbuhan populasi di atur di atas grafik, kurva yang akan terjadi mungkin berbentuk huruf J atau berbentuk huruf S. bentuk kurva grafik seperti huruf J dan S tersebut merupakan pola dasar tersebut berbentuk sebagai variasi sesuai dengan sifat-sifat organisme dan lingkungan populasi bersangkutan.

Mac Arthur dan Wilson (1967) melihat perbedaan penyesuaian organisme terhadap pemanfaatan sumber makanan yuang ada di dalam ekosistem yang berbeda kestabilannya. Dalam ekosistem yang senantiasa berubah umumnya organisme akan mengembangkan kemampuan untuk mungkin (mempergunakan kesempatan selagi masih ada) organisme seperti ini di golongkan sebagai organisme akan mengembangkan kemampuan menggunakan sumber makanan yang ada seefisien mungkin agar tidak hampir, meskipun diperebutkan di antara populasi yang hamper jenuh kepadatannya, organisme seperti ini di golongkan sebagai organisme “seleksi K”.

Organisme yang bentuk pertumbuhan populasinya seperti huruf J adalah organisme yang bersifat seleksi r ( r adalah symbol laju pertumbuhan populasi), karena organisme seleksi r hampir selalu dapat dalam keadaan potensial untuk bertambah. Sebaliknya organisme yang bentuk pertumbuhan populasinya seperti huruf S (sigmoid) adalah organisme seleksi K ( k adalah symbol padat populasi pada populasi pada daya dukung (carrying capacity) karena organisme seleksi K hampir selalu terdapat dalam keadaan populasi dekat atau pada daya dukung habitatnya. Umumnya organisme di daerah kutub bentuk pertumbuhan populasinya kebanykan organisme di daerah tropis. Puncak dari suatu grafik menunjukkan jumlah populasi yang kira-kira tetap, dimana di atasnya tidak ada lagi pertambahan populasi yang berarti di sebut daya dukung ( lingkungan). Tetapi karena factor-faktor lingkungan sering berubah-ubah, maka sering pula kepadatan populasi naik mungkin sampai di sebelah bawah batas daya dukung kemudian naik lagi dan seterusnya.

Deeevy (1958, dalam Odum, 1971) mengemukakan bahwa pola pertumbuhan bantuk B-2 yang paling umum dan pola yang paling mungkin diperlihatkan oleh populasi manusia apabila hnya dikendalikan oleh pengaruh “kesesakan sendiri” yaitu tidak ada pengendalian dari luar yang di jalankan seperti keluarga berencana yang sistimatik. Penyebaran/perpindahan populasi yaitu pergerakan individu-individu atau alat-alat pembiakannya masuk atau keluar suatu populasi atau daerah populasi, turut mempengaruhi bentuk pertumbuhan serta kepadatan populasi bersangkutan bersama-sama dengan natalitas dan mortalitas. Ada tiga penyebaran/perpindahan populasi yaitu (1) emigrasi yaitu pergerakan keluar, (imigrasi) pergerakan ke dalam dan yang (3) migrasi yaitu pergi (keluar) dan kembali (masuk secara periodic).

Pertumbuhan Populasi

Populasi di batasi oleh ruang dan waktu, ini berkaitan dengan perubahan factor-faktor yang bekerja baik internal maupun eksternal dari populasi. Populasi tidak selalu statis namun dinamis sepanjang perubahan waktu. Misalnya populasi walang sangit berhubungan dengan areal pertanaman dan tidak hanya besarnya populasi pada suatu waktu tetapi bagaimana perubahan besarnya populasi serta factor yang bekerja dalam perubahan tersebut.

Ukuran besarnya populasi dapat dilakukan dengan menggunakan kerapatan, yang biasanya dinotasikan dengan N dan waktu dinotasikan t. proses perubahan satu populasi dapat dilakukan dengan trayektori perubahan suatu titik ke titik berikutnya, yang bekerja mengikuti kaidah-kaidah berkaitan dengan perubahan alamiah menurut dimensi waktu.

Apabila perubahan populasi tersebut terjadi pada lingkungan tidak terbatas maka laju pertumbuhan spesifik, populasi tersebut konstan untuk saat itu. Asumsi kondisi tidak terbatas memang kurang tepat. Keadaan di alam sumber daya tersedia terbatas di samping itu bekerja pula factor lain misalnya kompetisi, baik diantara individu anggota populasi itu sendiri maupun antar populasi. Dalam keadaan senyatanya perubahan kerapatan populasi diakibatkan oleh :

  • Natalitas (penambahan jumlah individu karena kelahiran)
  • Masukan individu dari luar ke dalam populasi tersebut (imigrasi)
  • Keluarnya individu anggota populasi tersebut (emigrasi).

Stategi pertumbuhan populasi

Kemampuan berkembang suatu populasi sehingga saat ini merupakan hasil proses adaptasi yang panjang (ababtasi). populasi selalu merespon perubahan lingkungan untuk mempertahankan keturunnya dengan berbagai cara. oleh karena itu sering kali kita temukan di alam spesies yang telah mengalami spesifikasi (spesies local) dan sub spesies lainya. Pertumbuahan suatu populasi pada kondisi tertentu berada di dekatnya dukung lingkungan (K) maka strategi yang dikembangkan adalah strategi K. sebaliknya populasi mempunyai laju yang optimal pada kondisi dibawah daya dukung lingkungan. Maka strategi r dikembangkan adlah strategi r. hal ini mempunyai pengertian bahwa strategi r akan dikembangkan oleh suatu populasi jika kondisi lingkungannya ideal sedangkan strategi K akan dikembangkan pada saat populasi mendapatkan stress lingkungan (kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan).

Sumber :
http://lumele.blogspot.com/2009_01_01_archive.html
http://pirantesgeography.blogspot.com/2009/11/kelahiran-natalitas-kelahiran-merupakan_18.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s